Rapat Koordinasi Tindaklanjut Laporan Hasil Kegiatan Monev Kinerja dan Administrasi Desa di Wilayah Kecamatan Kebakkramat

Hari ini, Jum’at (24/09) Tim Monev Kinerja dan Administrasi Desa Kecamatan dipimpin oleh Camat Kebakkramat Sriono Budi Santoso, S.Sos, M.Si didampingi Sekretaris Camat Drs. Sularno, M.Pd, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Eko Budi Setyawan, SE, Kepala Seksi Tata Pemerintahan Ani Susiloningsih, SE, MM mengundang semua Sekretaris Desa se- Kecamatan Kebakkramat untuk membahas tindak lanjut dari hasil Monev yang telah dilaksanakan dari tanggal 14 s.d 22 September 2021.

Sekretaris Desa sebagai penanggung jawab administrasi kegiatan pembangunan Desa diminta agar segera menyelesaikan kewajiban administrasi sesuai dengan tata waktu yang telah disepakati sebelumnya. Administrasi kegiatan tersebut diantaranya adalah:
1. Penyelesaian dokumen pertanggungjawaban keuangan yang belum lengkap;
2. Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2022.

Sebagaimana ketentuan bahwa RKPDes harus sudah ditetapkan sebagai Peraturan Desa pada akhir bulan September setiap tahunnya, sehingga dokumen rancangan harus sudah diusulkan/diunggah melalui aplikasi SIPEDES untuk dilakukan evaluasi oleh Tim Evaluator Perdes dari Kecamatan.

#monev
#RKPDes
#perdes

Sosialisasi Pola Hidup Bersih Sehat dalam Rangka Pencegahan Covid 19

Anggota DPRD Komisi D Kabupaten Karanganyar Drs. Sari Widodo, Muh Irsan, S.Pd dan Suprapto menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Pola Hidup Bersih Sehat di Aula Kecamatan Kebakkramat yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar pada Kamis (23/09).

Acara dihadiri Camat Kebakkramat Sriono Budi Santoso, Kepala Desa dan Satgas Covid tingkat Desa se Kecamatan Kebakkramat dan Kecamatan Jaten.

Disamping vaksin, salah satu cara yang paling efektif dalam mencegah penyebaran dan paparan covid 19 yaitu dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS adalah gerakan yang dilakukan untuk menjaga kesehatan serta kualitas hidup seseorang. Beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya:
1. Makan bergizi
2. Olah raga teratur
3. Sering cuci tangan
4. Hindari menyentuh wajah
5. Memakai masker
6. Istirahat cukup
7. Etika batuk dan bersin
8. Menjaga kebersihan lingkungan
9. Hindari berkerumun dan jaga jarak aman

Mari cegah penularan virus corona ini mulai dari kita, keluarga dan lingkungan sekitar. Upayakan perilaku menerapkan PHBS ini semaksimal mungkin. Dengan demikian laju penularan virus ini dapat kita hambat bahkan kita hilangkan

#PHBS
#Covid19
#hidupsehat

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kinerja dan Administrasi Desa di Wilayah Kecamatan Kebakkramat.

Hari ini, Rabu (22/09) adalah hari terakhir pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) kinerja dan administrasi Desa terkait program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Desa di wilayah kerja Kecamatan Kebakkramat.

Camat Kebakkramat Sriono Budi Santoso, S.Sos, M.Si didampingi Sekretaris Camat Drs. Sularno, M.Pd, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Eko Budi Setyawan, SE, Kepala Seksi Tata Pemerintahan Ani Susiloningsih, SE, MM, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Mardiyono, AKS serta  Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan Paramitha Esti Wijayanti, S.Sos melaksanakan monev di dua Desa terakhir dari total sepuluh desa yang dilakukan monev yaitu Desa Malanggaten dan Desa Kaliwuluh.

Kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi Kecamatan dalam pembinaan dan pengawasan pengelolaan keuangan Desa agar sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

Tujuan pelaksanaan monev kepada masing-masing Desa terkait pelaksanaan pembangunan di desa yang menggunakan Dana Desa dan Dana Bantuan Keuangan agar sesuai dengan dokumen perencanaan mulai dari RPJMDes, RKP Desa dan APBDesa dan pelaporan serta pertanggungjawaban keuangan sesuai dengan ketentuan tentang pengelolaan keuangan Desa.

Rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi Desa telah dilaksanakan mulai dari tanggal 14 s.d 22 September 2021. Total terdapat 10 Desa yang dilakukan monev, yaitu Desa Kemiri, Desa Kebak, Desa Waru, Desa Pulosari, Desa Kaliwuluh, Desa Nangsri, Desa Malanggaten, Desa Alastuwo, Desa Macanan dan Desa Banjarharjo.

Hasil dari seluruh kegiatan monitoring dan evaluasi cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa dokumen administrasi yang belum lengkap namun seluruh Pemerintahan Desa menyanggupi dan berkomitmen untuk segera menyelesaikan dan melengkapi dokumen laporan pembangunan dan pengelolaan keuangan Desa sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Camat Kebakkramat berpesan kepada Kepala Desa agar betul-betul mengelola Dana Desa dengan baik, agar tepat sasaran serta dapat melayani dan memberdayakan masyarakat agar dapat meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi warga.

Koordinasi dan Sinkronisasi Data Pertanahan dalam Rangka Mewujudkan Kabupaten Lengkap Tahun 2024

Kebutuhan akan tanah bagi manusia salah satunya adalah untuk tempat tinggal, yang merupakan salah satu kebutuhan primer setelah kebutuhan pangan. Namun sayangnya, kepemilikan sertifikat tanah tetap belum merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kabupaten Karanganyar menerapkan program Kabupaten Lengkap yang menargetkan terdatanya seluruh bidang tanah di wilayah Kabupaten Karanganyar pada tahun 2024.

Pada hari Selasa (21/09) Supriyadi, S.ST, MH bersama tim dari Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar didampingi Camat Kebakkramat Sriono Budi Santoso, S.Sos, M.Si melaksanakan pertemuan dengan semua Kepala Desa se-Kecamatan Kebakkramat untuk melakukan Koordinasi dan Sinkronisasi Data Pertanahan di wilayah Kecamatan Kebakkramat.

Berdasarkan data BPN Kabupaten Karanganyar, diperkirakan masih terdapat 168 bidang tanah yang belum terdaftar di wilayah Kecamatan Kebakkramat dan data bidang tanah belum terdaftar tersebut perlu disinkronkan dengan data pertanahan yang dimiliki oleh Pemerintah Desa.

Adapun 168 bidang tanah tersebut berasal dari data estimasi dari:

Desa Kemiri : 24 bidang
Desa Kebak : 14 bidang
Desa Waru : 18 bidang
Desa Nangsri : 15 bidang
Desa Macanan : 15 bidang
Desa Malanggaten : 14 bidang
Desa Pulosari : 12 bidang
Desa Alastuwo : 17 bidang
Desa Banjarharjo : 11 bidang
Desa Kaliwuluh : 27 bidang belum terdaftar

Pengurusan sertifikat yang harus diutamakan adalah bidang tanah :
1. Warga perorangan;
2. Tanah Kas Desa;
3. Jalan dll.

Salah satu unsur penting dalam pendataan agraria adalah pemberdayaan perangkat desa supaya administrasi pertanahan dapat dilakukan secara mandiri. Dengan dukungan sistem data yang kuat dan sumber daya manusia yang memadai, ketersediaan arsip dan data pertanahan yang diperlukan oleh masyarakat dapat mengurangi potensi konflik agraria.

Dengan demikian, perlu adanya tata kelola pertanahan terpadu mulai dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten.

 

Penyerahan Bantuan Pendidikan Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LG-NOTA) Pelajar se- Kecamatan Kebakkramat

Sebanyak 66 orang pelajar di Kecamatan Kebakkramat mendapatkan bantuan pendidikan dari Yayasan Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LG-NOTA) Kabupaten Karanganyar yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Ketua Yayasan LG-NOTA Kabupaten Karanganyar Hj. Siti Khomsiyah, A.Md di damping oleh Camat Kebakkramat Sriono Budi Santoso, S.Sos, M. Si (21/09).

Bantuan pendidikan ini ditujukan kepada siswa siswi SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK se-Kecamatan Kebakkramat bagi keluarga yang tidak mampu untuk membantu menyediakan seragam sekolah, sepatu, buku, pena dan pensil, tas sekolah dan berbagai kebutuhan pribadi anak untuk bersekolah.

Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) adalah sebuah gerakan inisiatif dari masyarakat yang didukung oleh pemerintah untuk menjaga agar anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan dasar sebagai landasan meraih masa depan yang lebih baik.

Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan agar anak-anak wajib mendapatkan minimal pendidikan dasar. Faktanya, walaupun sekolah negeri telah membebaskan biaya sekolah dan siswa tidak perlu lagi harus membeli buku-buku pelajaran, ribuan anak-anak Indonesia berhenti bersekolah karena kondisi ekonomi keluarganya.

Adapun besaran bantuan yang diterima tiap siswa dalam penyerahan beasiswa tahun ini adalah untuk tingkat SMA Rp 400.000, SMP/MTs Rp 300.000 dan untuk SD/MI Rp 200.000 dengan total bantuan sebesar Rp 19.000.000,-

Bantuan sosial pendidikan (beasiswa) ini merupakan program bantuan yang berasal dari dana Baznas Kabupaten Karanganyar beserta dana dari para donatur yang diharapkan dapat membantu pelajar yang tergolong kurang mampu agar bisa belajar maksimal di tengah masa pandemi.

Diharapkan warga masyarakat, baik perseorangan, kelompok, organisasi maupun perusahaan dapat turut berpartisipasi dengan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu agar mereka bisa terus bersekolah demi menggapai cita-citanya.

 

Doa Bersama Anak Yatim

Doa bersama dilaksanakan serempak di wilayah Kecamatan Kebakkramat yang dilaksanakan di Aula Kecamatan dan Aula Kantor Desa yang ada di Kebakkramat yang di ikuti oleh seluruh pegawai dan anak yatim piatu.

Doa bersama ini dilaksanakan dengan tujuan bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar di jauhkan dari musibah, wabah penyakit dan momohon keselamatan untuk seluruh warga Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar dan warga negara Indonesia pada umumnya.

Dalam kesempatan ini juga di berikan tali asih kepada anak-anak yatim piatu untuk membantu kebutuhan yang di perlukan bagi anak anak tersebut. masing-masing 10 anak di setiap  desa di wilayah Kecamatan Kebakkramat.